Solusi Teknologi Tepat Guna, Mahasiswa KKN 94 Membuat Inovasi Saringan Sampah Irigasi

Samudera – Petani sering mengalami masalah serius dengan sistem irigasi saluran airnya sering tersumbat oleh sampah dan lumpur. Penyumbatan ini menyebabkan jalanan  air mengganggu sistem pembagian air petani. Dalam meningkatkan efektivitas sistem irigasi di wilayah ini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 94 Universitas Malikussaleh membuat inovasi saringan sampah irigasi di Gampong Teupin Ara, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Sabtu, 24 Januari 2025.

Tahapan Perencanaan dan Diskusi Teknis
Proses pengerjaan program ini diawali dengan koordinasi intensif bersama perangkat gampong guna melakukan pemetaan wilayah. Beberapa langkah teknis yang dilakukan meliputi:

  • Identifikasi Titik Hambat: Melakukan observasi lapangan untuk menentukan lokasi-lokasi strategis yang memiliki akumulasi sampah tertinggi.
  • Diskusi Lokasi: Menetapkan titik pemasangan saringan pada area yang dinilai paling efektif dalam memproteksi kelancaran arus air menuju lahan pertanian.

Fungsi dan Manfaat Infrastruktur
Pemasangan saringan sampah ini dirancang sebagai instrumen mekanis sederhana untuk menjaga kebersihan sistem irigasi. Manfaat utama dari pembangunan fasilitas ini adalah:

  • Kelancaran Debit Air: Memastikan distribusi air ke area persawahan tetap stabil tanpa terganggu oleh material sampah domestik maupun limbah organik.
  • Minimalisir Gagal Panen: Mengurangi risiko gangguan fase tanam yang disebabkan oleh kendala teknis pada saluran pengairan.
  • Efisiensi Perawatan: Memudahkan masyarakat dalam melakukan pembersihan saluran secara berkala di satu titik pusat saringan.

Tujuan Pengembangan Sektor Pertanian
Program ini merupakan langkah preventif dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan adanya sistem penyaringan sampah yang tertata, diharapkan produktivitas pertanian warga Gampong Teupin Ara dapat lebih optimal dan berkelanjutan. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang atas kendala teknis yang selama ini dihadapi petani, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan fasilitas pengairan umum demi kesejahteraan bersama.

Related Articles