Samudera - Sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat identitas Gampong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 91 telah mengadakan kunjungan ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pembuatan tempe tradisional “Bungong Jeumpa” di Gampong Murong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja tematik yang bertujuan untuk meningkatkan branding UMKM. Acara ini berlangsung pada Minggu, 2 Februari 2024.
Observasi dan Dokumentasi Produksi
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi mendalam serta partisipasi langsung dalam proses produksi tempe yang telah beroperasi sejak tahun 2017 tersebut. Beberapa tahapan teknis yang dilakukan meliputi:
- Edukasi Proses Tradisional: Pendokumentasian langkah-langkah pembuatan tempe secara autentik, mulai dari pengolahan bahan baku kedelai hingga proses fermentasi.
- Publikasi Real-time: Pelaksanaan siaran langsung melalui media sosial Instagram untuk memperkenalkan keunikan produk tempe tradisional kepada masyarakat luas secara instan.
Strategi Promosi Digital
Sebagai langkah pengembangan pasar, dilakukan pembuatan konten kreatif yang difokuskan pada peningkatan branding produk. Langkah-langkah strategis yang dijalankan antara lain:
- Produksi Video Profil: Menyusun video promosi profesional yang menonjolkan kualitas dan sisi tradisional produk.
- Optimalisasi Multi-Platform: Menyebarluaskan konten promosi melalui saluran YouTube dan Instagram guna mengatasi keterbatasan jangkauan pemasaran fisik.
- Perluasan Target Pasar: Mengarahkan produk agar lebih kompetitif di era digital dan meminimalisir risiko hilangnya eksistensi pembuat tempe tradisional yang mulai langka.
Program kerja ini dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil di Gampong Murong. Selain membantu dalam hal pemasaran, kegiatan ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi pelaku UMKM lain di wilayah tersebut mengenai pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana distribusi dan pengenalan produk di tingkat nasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan usaha tempe lokal dapat memiliki daya tahan bisnis yang lebih kuat serta mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat di masa depan.