Lhoksukon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 06 Universitas Malikussaleh melaksanakan inovasi penerapan sistem vertikultur di Desa Keude Cunda, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Rabu (05/01/2025). Program ini difokuskan pada pemanfaatan media tanam bertingkat sebagai solusi praktis bagi masyarakat dalam menghadapi keterbatasan lahan pemukiman untuk mendukung ketahanan pangan mandiri.
Teknis dan Metode Pertanian
Metode vertikultur yang diterapkan menggunakan sistem penanaman secara vertikal untuk meningkatkan efisiensi penggunaan ruang. Beberapa keunggulan teknis dari penerapan sistem ini meliputi:
- Optimalisasi Ruang: Memungkinkan aktivitas bercocok tanam di area sempit dengan hasil yang lebih maksimal melalui media bertingkat.
- Manajemen Nutrisi: Memperbaiki distribusi air dan nutrisi sehingga merangsang pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
- Efektivitas Panen: Menata proses pemeliharaan dan pengolahan tanaman agar lebih terorganisir dan mudah dijangkau.
Komoditas dan Keberlanjutan
Dalam tahap awal ini, budidaya difokuskan pada jenis sayuran yang memiliki siklus panen cepat dan bernilai gizi tinggi, yaitu kangkung dan pakcoy. Untuk menjamin keberlangsungan sistem di tingkat masyarakat, diterapkan pula beberapa solusi pertanian efektif:
- Penggunaan Pupuk Organik: Menjaga kualitas hasil panen secara alami dan ramah lingkungan.
- Sistem Irigasi Ekonomis: Penerapan teknik penyiraman yang hemat biaya namun tetap mampu memenuhi kebutuhan air tanaman secara presisi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model pertanian mandiri yang dapat memotivasi warga dalam mengoptimalkan setiap jengkal lahan yang tersedia. Melalui pengenalan struktur vertikultur dan edukasi perawatan berkala, program ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas komoditas sayuran di tingkat desa.