Reuleut — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXXVII Universitas Malikussaleh dari Kelompok 4 sukses menggelar kegiatan psikoedukasi di SD Negeri 11 Muara Batu, Aceh Utara, Senin (28/07/2025). Kegiatan yang ditujukan kepada siswa kelas 5 ini diikuti oleh 25 peserta, dengan fokus utama pada pemahaman dampak penggunaan gadget dan cara mengelolanya secara sehat. Kegiatan psikoedukasi mengenai kontrol penggunaan perangkat digital dilaksanakan di SD Negeri 11 Muara Batu. Program ini bertujuan untuk memitigasi dampak negatif teknologi pada anak-anak serta mendorong pola penggunaan gawai yang lebih sehat, sadar, dan terukur dalam kehidupan sehari-hari.
Identifikasi Perangkat dan Fungsi
Materi edukasi diawali dengan pengenalan cakupan perangkat digital yang tidak hanya terbatas pada ponsel pintar, tetapi juga meliputi tablet, laptop, hingga televisi. Dalam sesi ini, dipaparkan bahwa perangkat tersebut memiliki fungsi ganda: sebagai alat bantu belajar yang efektif jika digunakan dengan bijak, atau menjadi sumber dampak buruk jika digunakan tanpa pengawasan dan kontrol yang tepat.
Analisis Dampak Psikologis dan Fisik
Para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai konsekuensi penggunaan gawai yang berlebihan, yang terbagi dalam dua aspek utama:
- Aspek Psikologis: Risiko munculnya gangguan emosional seperti mudah marah, perasaan cemas, hingga penurunan konsentrasi secara signifikan saat mengikuti proses belajar di kelas.
- Aspek Fisik: Dampak radiasi layar yang memicu kelelahan pada mata, sakit kepala (migrain), serta terganggunya siklus tidur alami anak.
Indikator Kecanduan dan Solusi Praktis
Kegiatan ini juga membekali siswa dengan pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda kecanduan gawai, di antaranya:
- Kesulitan membatasi durasi penggunaan secara mandiri.
- Reaksi emosional agresif saat diminta berhenti menggunakan perangkat.
- Kehilangan kontrol terhadap manajemen waktu harian.
Sebagai langkah penanggulangan, diperkenalkan beberapa solusi praktis bagi siswa, seperti memperbanyak aktivitas fisik di luar ruangan, meningkatkan intensitas membaca buku fisik, serta menyusun jadwal penggunaan layar (screen time) yang disiplin.
Diskusi Interaktif dan Transformasi Perilaku
Program diakhiri dengan ruang diskusi aktif antara pemateri dan siswa mengenai kebiasaan digital mereka masing-masing. Melalui dialog ini, para siswa diarahkan untuk mengenali masalah dalam pola penggunaan teknologi mereka, mencari solusi mandiri, dan berkomitmen membentuk perilaku digital yang lebih positif demi kesehatan mental dan fisik jangka panjang.